Gak kerasa hampir 9 bulan tinggal di kota yang paling padat penduduknya di negeri ini, Jakarta. Kota yang sebenarnya gak pengen aku jadikan kota hunian sewaktu kuliah dulu. Tapi ya beginilah hidup, manusia boleh merencanakan tapi Allah yang menentukan. Memang gak bisa dipungkiri sarjana *abal-abal* dengan background pendidikan seperti saya, Jakarta adalah kota yang paling banyak membutuhkan tenaga mantan mahasiswa teknik telekomunikasi.
Macetnya gak ketulungan. Hujan dikit aja jalanan jadi banjir. Jangan tanya polusi udaranya seperti apa parahnya. Panasnya bukan main. Taman hijau sangat sedikit. Jalur buat pedestrian gak ada bedanya sama jalan raya, dilalui sepeda motor. Transportasi umum yang nyaman hanyalah isapan jempol belaka, metromini & kopaja sudah jadi “makanan” buat para preman. Keamanan? Saya udah 2 kali kemalingan sepatu kantor. Calo tiket kereta api lebih parah 900% dari Bandung.
Tapi kota ini selalu saja bisa bikin kangen kalau lagi kerja di pulau seberang. Keramaian & kemudahan mendapatkan apa yang diinginkan itu lho yang bikin kangen hahaha :))))

wuih semangat gan ngulinya di jakarta.. jangan lupa bagi2 upetinya yak.. hahaha