I don’t know how I got this way
I’ll never be alright
So I’m breaking the habit
I’m breaking the habit tonight
Tag Archives: masa lalu
Rewind
Ramadhan. Selalu sukses membuatku untuk tersenyum, kemudian tertunduk, dan akhirnya menitikkan air mata. Ketika pikiran & perilaku di-rewind setahun yang lalu, akan terasa waktu berlalu sangat cepat.
Saat ini aku sangat merindukan suasana Ramadhan di kampus dulu. Ramadhan sukses membius banyak orang bertilawah di selasar MSU. MSU disore hari yang biasanya diramaikan oleh anak-anak TPA, bertambah ramai dikunjungi oleh para mahasiswa yang bertilawah disana.
Jangan bosan dengan targetan tilawah 1 juz perhari dan setoran hafalan juz 30 hehehe :)
Jendela Kayu Disebelah Kamar
Jendela kayu disebelah kamarku itu sudah tampak lapuk. Satu-satunya jendela di lantai 2 rumahku yang menghadap ke arah kiblat. Teriknya matahari dan air hujan yang jatuh sudah membuatnya tidak sebagus dulu. Debu yang tebal juga terlihat secara kasat mata. Pengunci jendela yang terbuat dari besi itu semakin berkarat. Walaupun jendela itu sudah banyak berubah, namun bentuknya masih tetap utuh seperti ketika aku tinggalkan 5 tahun yang lalu.
Dulu, aku bisa melihat luasnya lapangan di belakang rumah dan kebun pisang milik tetanggaku.
Dulu, aku bisa melihat tetangga belakang rumahku sedang mengerjakan perkerjaannya sebagai pengrajin sandal dari ban bekas.
Dulu, ketika sore sudah tiba, aku bisa melihat apakah teman-temanku sudah berkumpul di lapangan belakang rumah untuk bermain sepak bola.
Dulu, ketika sore tiba, aku bisa melihat Gunung Merapi dan Gunung Merbabu saling berhadapan menunggu datangnya matahari untuk tenggelam diantara kaki gunung mereka.
Dulu, ketika Gunung Merapi marah, aku bisa melihat kilatan lava yang keluar dari kawah Puncak Garuda pada malam hari.
Semua itu berkat jendela disebelah kamarku. Tapi kini, semua itu sudah tidak bisa aku lihat lagi.
Kini, luasnya lapangan dibelakang rumah sudah menjadi rumah dan kost-kostan mahasiswa.
Kini, tetangga belakang rumahku sudah pindah tempat tinggal karena harga sewa rumahnya melonjak tinggi.
Kini, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu sudah tertutupi oleh tumpukan lantai kost-kostan yang menjulang tinggi di belakang rumahku.
Kini, bukan kilatan lava Gunung Merapi yang bisa aku lihat dari jendela belakang rumahku, tapi lampu berwarna merah dari menara BTS yang berkedap-kedip ketika malam hari.
Jendela itu sangat berkesan bagiku selama aku tinggal di rumah ini. Darinya lah aku dapat melihat seluruh isi apa yang ada dibelakang rumahku. Tapi kini, hal-hal indah yang dulu bisa kulihat dari jendela belakang rumahku sudah tak bisa kutemukan lagi.
Diingatkan tentang mati…
Hari itu, sungguh menyenangkan buatnya
Dia bisa berkumpul dengan keluarganya di rumah
Senang rasanya bisa menjejakkan kaki di rumah sendiri
Dan bercanda dengan adiknya yang paling kecil
Hari-hari yang menyenangkan
Tapi entah mengapa dia jatuh sakit
Dokter tak bisa menolongnya
Dia divonis menderita penyakit yang mematikan
Hidup hanya 2 bulan lagi
Kematian ada di depan matanya
Sejak itu dia menemui semua sahabatnya
Dia meminta maaf atas kesalahan yang pernah dibuat
Karena hidupnya tak lama lagi
Karena tak akan berjumpa lagi dengan sahabatnya
Sampai akhirnya waktu habis
Saatnya ajal yang menjemputnya
Tapi dia tak mau
Dia belum siap
Sungguh dia belum siap dengan kematian
Dia masih ingin memiliki waktu di dunia ini
Karena teringat dengan dosa-dosa yang terdahulu
Dia ingin menghapus dosanya dengan hanya mencintai-Nya
…
…
Tapi Malaikat Izrail sudah menjemputnya
Cerita diatas hanyalah mimpi. Dia adalah aku. Mimpi yang mengingatkan arti sebuah kehidupan yang sebentar dan dunia yang fana. Ketika nyawa sudah ada di tenggorokan, maka pintu taubat sudah ditutup. Karena hidup tak mengenal siaran tunda.
Selamat Tinggal Masa Lalu
Jangan pernah sesali
Jangan pernah tangisi
Semuanya yang pernah terjadi
Sepenggal lirik dari lagu Andra and The Backbone yang isinya menyemangati diri kita agar terus melanjutkan perjuangan hidup walaupun jalan yang dilalui tak selamanya indah. Memang lagu ini bernuansa cinta, tapi aku anggap liriknya lebih dari sekedar percintaan belaka. Hidup ini tak selamanya indah. Terkadang berbeda dengan rencana yang sudah kita buat sebelumnya, walaupun menurut kita rencana tersebut begitu sempurna. Continue reading
