Selamat Tinggal Masa Lalu

Jangan pernah sesali
Jangan pernah tangisi
Semuanya yang pernah terjadi

Sepenggal lirik dari lagu Andra and The Backbone yang isinya menyemangati diri kita agar terus melanjutkan perjuangan hidup walaupun jalan yang dilalui tak selamanya indah. Memang lagu ini bernuansa cinta, tapi aku anggap liriknya lebih dari sekedar percintaan belaka. Hidup ini tak selamanya indah. Terkadang berbeda dengan rencana yang sudah kita buat sebelumnya, walaupun menurut kita rencana tersebut begitu sempurna.

Masa lalu seseorang tidak melulu dengan hal kebaikan, ada juga yang berkutat dengan kesalahan. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “pengalaman adalah guru yang paling baik“. Kita bisa belajar dari pengalaman dengan apa yang sudah kita lakukan. Kesalahan masa lalu ibarat utang. Bila kita tidak membayarnya, atau Allah tidak mengampuninya, maka ia akan dibayar dengan hukuman setidaknya di akhirat kelak. Cara membayar utang itu ialah dengan memohon ampun kepada Allah dan dengan memperbanyak amal shalih. Itu akan menjadi penghapus sekaligus pembayarnya. Allah SWT berfirman “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud:144).

Terkadang dengan pengalaman masa lalu yang penuh dengan kesalahan, orang akan enggan untuk melakukan kebaikan. Hal ini lumrah saja karena mereka berpikir dirinya sudah penuh dengan kesalahan dan tidak layak untuk melakukan kebaikan. Justru pemikiran kerdil seperti ini yang akan mengungkung diri tidak bisa “maju”, malah sebaliknya akan menenggelamkan diri dalam kehancuran. Allah akan terus membuka pintu taubat bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh sampai ruh seseorang berada ditenggorokannya. Jika momen itu terlewat, maka tertutup sudah pintu taubat baginya. Dan kita tidak tahu kapan hal itu terjadi pada diri kita.

Selamat tinggal masa lalu. Selamat datang lembar baru. Begitulah yang diucapkan Andra. Karena hidup tak mengenal siaran tunda.

*Sumber: pengalaman penulis dan buku Hidup Tak Mengenal Siaran Tunda

Author: auliaafifhuda

Muslim

4 thoughts on “Selamat Tinggal Masa Lalu”

  1. Selamat Datang di Kota Solo yang Cerah Menawan. kan ku Nantikan di batas waktu yang indah..
    Selamat tinggal bandung yang manis. kan ku rajut mimpi ini bersama orang yang penuh harapan.

    Selamat datang hari ini. Hari yang akan ku isi dengan sepenuh hati. tak kuragukan hari esok yang masih sepi. ku tinggalkan hari kemarin yang telah menepi.

    kepada bang ulik yang menantikan matahari terbit di solo, ukirlah kenangan sebelum matahari terbenam di hati…

    wkwkwkwk…
    *kacau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s