Tangisan Para Pejuang

Diseluruh belahan dunia pada bulan ini sedang ramai memperbincangkan World Cup 2010 yang digelar di Afrika Selatan. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa sepak bola menjadi olah raga yang terkenal di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bulan Juli ini sudah mendekati akhir pergelaran Piala Dunia 2010. Karena pada bulan ini sudah memasuki sistem gugur atau knock out. Begitu tim tersebut kalah, ya sudah angkat koper menuju bandara adalah tujuan mereka selanjutnya. Dan bagi yang menang, pertandingan melawan tim lain sudah menunggu mereka dibabak selanjutnya.

Menang dan kalah merupakan hal yang biasa dalam suatu pertandingan sepak bola. Selama 90 menit kedua tim saling menyerang dan bertahan demi mengejar sebuah kemenangan dalam bertanding. Tak pelak terkadang ada pemain yang mesti mendapatkan cidera pada saat pertandingan. Tidak ada yang pasti dalam sepak bola, walaupun ada data statistik yang dimiliki tim bahkan sampai ramalan hewan Gurita Paul Songong sekalipun tidak bisa menentukan hasil pertandingan karena semua itu akan dimentahkan oleh permainan diatas lapangan. Bagaimanapun juga, pemain dari seluruh tim negara sudah berusaha semaksimal mereka. Mereka telah mati-matian berlatih dan bertanding walaupun hasil yang didapat tidak sesuai dengan keinginan dan pendukung mereka. Ada sebagian tim yang kalah pada Piala Dunia kali ini yang justru menjadi pahlawan bagi negara mereka, diantarnya adalah Ghana, Paraguay, dan Uruguay. Menurutku sih 3 negara ini memang menjadi kejutan di Piala Dunia 2010 kali ini. Bagaimana tidak, 3 negar ini sukses melaju hingga perempat final bahkan Uruguay mampu lanjut hingga semifinal akhirnya kalah sama Belanda. Ghana menjadi satu-satunya tim Afrika yang lolos ke babak knock out dan menjadi sejarah pertama bagi negara ini melaju hingga perempat final.  Ghana menyamai Kamerun dan Senegal yang menjadi negara Afrika yang melaju hingga babak tersebut. Paraguay juga mencatatkan sejarah pertama mereka dikancah Piala Dunia ini untuk melaju hingga babak perempat final. Padahal sebelum Piala Dunia digelar, tidak ada yang memprediksi 3 negara ini mampu melaju hingga babak sejauh itu.

Yang jelas sih, aku memberi standing applause buat ketiga negara ini. Mereka semua memainkan permainan yang tidak membosankan pada saat bertanding. Ghana sangat kuat dalam bertahan dan menjadi negara yang paling banyak melakukan shooting. Paraguay menampilkan permainan yang ciamik, mereka mampu menyingkirkan tim sekelas Italia dan Jepang. Hanya saja mereka kurang beruntung melawan Spanyol, padahal sepanjang pertandingan tak henti-hentinya menyerang pertahanan Spanyol. Uruguay menjadi sensasi di Piala Dunia 2010 ini dengan ketajaman Diego Forlan yang mampu menghasilkan 5 gol. Uruguay duduk diperingkat 4 setelah kalah dari Jerman.

Bagaimanapun juga, para pejuang telah mati-matian membela negara mereka di Piala Dunia 2010. Walaupun perjuangan mereka harus berakhir dengan tangisan.

#Seluruh gambar berasal daridetiksport#

Cardozo menangis setelah timnya kalah yang gagal mengeksekusi hadiah penalti dari wasit.
Tangisan Valdez ketika Paraguay kalah dari Spanyol.
Gyan Asamoah menangis setelah timnya kalah adu penalti dari Uruguay. Dia juga gagal mengeksekusi penalti diakhir waktu perpanjangan.
Pendukung Jerman menangis setelah negaranya kalah dari Spanyol di semi final.

Author: auliaafifhuda

Muslim

6 thoughts on “Tangisan Para Pejuang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s