Pekan Ketiga

Pekan ketiga di akhir Desember ini menjadi pekan terakhir bagi diriku untuk menjalani kuliah sebagai kuli tinta di kota kembang ini. Senja hari pada 21 Desember 2010,  jarum jam tepat menunjuk angka 6. Dan itu menandai akhir diriku untuk duduk di kelas, mendengarkan penjelasan dosen, dan mencatat yang perlu dicatat. Walaupun pikiranku tak selamanya tertuju pada kuliah.

Pekan ketiga di akhir Desember ini saatnya bagi sebagian rekanku melasanakan sidang Tugas Akhir. Menjadi pekan yang sangat membuat jantung berdebar, otak bekerja lebih keras, mata tak lepas dari monitor komputer, dan jemari yang selalu menempel pada mouse dan keyboard. Perjuangan sebagai seorang kuli tinta selama bertahun-tahun akan ditentukan di pekan ini.

Pekan ketiga di akhir Desember ini menandai bahwa agenda rutinku untuk mabit di Masjid Habiburrahman akan datang. Serasa semua tugas yang ada sirna sesaat, karena hanya ingin menghadapkan wajahku ke kiblat dan terus mengingat-Nya. Menjadi pengisi jiwa ketika penat atau kosong. Nice place, nice people, and also nice activity.

Pekan ketiga di akhir Desember ini seharusnya menjadi pekan terakhir bagiku untuk mengerjakan Tugas Akhir-ku. Tapi apa daya, BAB 2 saja belum sepenuhnya terpahami, BAB 3 belum tergambar dengan jelas, boro-boro ambil data dan analisa di BAB 4. Pertaruhan nasibku akan ditentukan di pekan ini, atau mungkin pekan depan. Masih ada beberapa hari lagi untuk bertemu tanggal 31 Desember 2010. Karena tanggal itu menjadi hari terakhir pendaftaran sidang Tugas Akhir untuk periode Januari.

Pekan ketiga di akhir Desember ini ternyata menjadi pekan spesial bagi seorang Ibu. Yaps, karena tanggal 22 Desember yang menjadi Hari Ibu berada di pekan ini. Orang yang sangat berharga bagi setiap orang. Orang yang memberi rasa cinta melebihi orang lain. Darinya, kita lahir. Olehnya, kita diajari merangkak, berjalan, dan bicara. Tapi justru terkadang kita menyakiti hatinya, walaupun itu tidak sengaja. “Aku sayang Ibu”, kalimat yang sangat aku sukai.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari mereka atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah mengatakan kepada keduanya perkataan “Ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan hendaklah rendahkan dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil (dahulu)”. [Al Isra’ 23-24]

Author: auliaafifhuda

Muslim

2 thoughts on “Pekan Ketiga”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s