Safety Riding itu menyenangkan

“Sopan di jalan, selamat sampai tujuan”. Slogan yang sering aku baca dipinggir jalan ketika mudik lebaran. Semua orang pasti pengen selamat dalam mengendarai kendaraannya di jalan raya. Akan tetapi, keinginan yang baik itu kadang tidak didukung dengan langkah nyata oleh pengendaranya. Tidak sedikit pengendara yang mengabaikan safety riding sehingga berujung pada menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, kecelakaan lalu lintas di Indonesia tiap tahun selalu meningkat. Data terakhir yang dimiliki BPS adalah tahun 2008 dengan jumlah kecelakaan lalu lintas sejumlah 59.164 dengan kerugian total materi lebih dari 130 juta rupiah. Banyangkan jika uang sebesar itu digunakan untuk pembangunan fasilitas yang mendukung safety riding.

Bicara mengenai safety riding, sebenarnya aku sendiri memiliki banyak pengalaman dengan hal ini. Mulai dari kecelakaan ketika berkendara sampai hampir ditilang oleh polisi. Pertama kali mengalami kecelakaan lalu lintas ketika masih SMA dulu. Ketika ingin menyebrang, tentu saja aku sudah menghidupkan lampu sein dan melihat kaca spion. Tapi kaca spion ternyata tidak terlalu membantuku dalam melihat kondisi kendaraan yang ada dibelakang sehingga aku menoleh kebelakang. Kesalahan fatal yang aku lakukan adalah tidak berhenti pada saat itu, sampai akhirnya karena terlalu asyik memperhatikan belakang justru aku menabrak becak yang ada didepanku. Untung saja tidak ada yang mengalami korban luka dan abang becak itu memaafkan diriku :D.

Pengalaman yang paling tidak menyenangkan saat berkendara motor adalah hampir ditilang polisi. Kejadiaannya ketika aku berangkat menuju Jogja karena mau ikut tes Ujian Masuk UGM tahun 2006. Dengan semangat membara ingin menjadi seorang kuli tinta disana, aku sampai tidak memperhatikan lampu lalu lintas  yang ada didepanku. Ketika itu kondisinya aku sedang melaju dengan cukup kencang dan ternyata lampu lalu lintas sudah menunjukkan warna kuning. Warna yang seharusnya menjadi tanda bagi kita untuk berhati-hati malah tidak sejalan dengan pikiranku saat itu. Aku memutuskan untuk terus menerobos lampu lalu lintas di perempatan jalan Jogja. Memang aku telah terhindar dari kecelakaan lalu lintas, tapi ternyata seorang polisi membuntutiku dari belakang dan tiba-tiba menghentikan motorku seraya meminta aku untuk mengeluarkan SIM dan STNK motorku. Aku pikir akan dikembalikan, tapi ternyata pak polisi justru membawa surat-surat itu dan hanya memberi tahu untuk ketemu di pos polisi di perempatan berikutnya. Mau gak mau kejar-kejaran sama polisi demi mendapatkan kembali surat-surat itu. Sesampainya di pos polisi, surat tilang sudah dipersiapkan untukku. Alasannya karena melanggar lampu lalu lintas. Dengan sok beraninya, aku adu argumen dengan polisi yang menilangku. Aku tetep ngotot gak mau nerima surat tilang dan meminta surat-surat milikku dikembalikan dengan alasan aku masih dalam posisi warna lampu kuning, belum merah. Akhirnya adu argumen kami selesai ketika polisi tadi menanyakan alamat rumahku. Ya langsung saja aku jawab “Solo Pak, Perumahan Kopassus “.  Akhirnya SIM dan STNK motorku dikembalikan polisi dan memberitahuku untuk lebih berhati-hati dan patuh aturan lalu lintas :D

Dari pengalaman yang aku miliki, pengen sedikit berbagi tips agar kita selalu safety riding ketika berkendara.

1. Pastikan motor kita sehat wal’afiat kondisinya. Baik itu kondisi mesin maupun perlengkapan yang ada pada body kendaraan. Semisal kaca spion jangan nanggung pake yang kecil-kecil, lampu sein dipastikan aktif,  lampu depan maupun belakang gak mati, dan rem gak blong.

2. Kenakan helm SNI yang asli, jangan asal helm atau SNI abal-abal yang hanya nempel stiker SNI tapi sebenarnya helm non SNI. Jangan lupa juga pasang tali pengaman pada helm sampai klik.

3. Selalu melihat arah depan ketika berkendara agar selalu waspada dengan kondisi jalan raya. Terutama ketika mendekati lampu lalu lintas.

4. Jangan malas untuk memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada di pinggir jalan. Karena rambu-rambu lalu lintas itu dibuat untuk dipatuhi, bukan untuk dilanggar.

5. Jangan mengutak-atik handphone ketika berkendara. Hal ini yang paling aku sebelin dari orang-orang ketika berkendara motor. Asyik melihat layar handphone tapi tidak melihat kondisi jalan raya.

6. Jangan merokok atau bahkan mabuk ketika berkendara. Merokok itu sudah membahayakan diri sendiri akibat racun nikotinnya, apalagi kalau pas berkendara motor. Salah seorang kawanku punya pengalaman tidak mengenakkan akibat terkena api rokok pengendara didepannya pada bagian mata. Kalau mabuk jangan ditanya, pernah ada mobil yang masuk ke kolam di Bundaran HI Jakarta gara-gara sopirnya mabuk.

7. Lengkap membawa surat-surat berkendara yaitu SIM dan STNK. Modal utama dalam berkendara selain memiliki kemampuan adalah surat-surat berharga ini.

8. Berdoa untuk meminta keselamatan sebelum berkendara.

Oya, aku pernah baca artikel di salah satu milist tentang surat tilang polisi. Setahuku ada 2 model surat tilang polisi, yaitu Slip Merah dan Slip Biru. Dari perbedaan warna ini, beda pula hukuman yang diberikan kepada para pelanggar lalu lintas.

Slip Merah, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itu pun di pengadilan nanti mungkin masih banyak calo, antrian panjang dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat. Disini pun mungkin banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

Slip Biru, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah nomer rekening Bank  BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat di mana kita ditilang. Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu dan dananya resmi masuk kas negara.

Pesanku, jangan mau dibodohin polisi dengan diberi surat tilang slip merah. Karena kita berhak untuk meminta surat tilang slip biru kepada polisi.

Yang terakhir, jangan bosan bagi diri kita untuk menjalankan Safety Riding ketika berkendara. Semuanya berawal dari diri kita untuk menjadi pelopor aman berkendara bagi yang orang lain. Tularkan juga semangat Safety Riding kita kepada orang-orang disekitar kita. Karena Safety Riding itu menyenangkan.

Semoga bermanfaat.

Author: auliaafifhuda

Muslim

6 thoughts on “Safety Riding itu menyenangkan”

  1. alangkah baiknya dan bermaknanya jika semua pengguna dapat bersafety riding dan menyebarkan informasi tentang safety riding kepada masyarakat luas sehingga tidak ada lagi pengendara yang ugal-ugalan dijalanan bahkan tanpa menggunakan peralatan berkendara yang baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s