Si Kuda Besi

Si Kuda Besi, hampir 10 tahun waktu yang dihabiskan bersama. Jalanan Solo sudah menjadi sirkuit balap dan saksi bisu kecepatanmu ketika muda dahulu. Jalanan Bandung sudah tidak asing bagimu. Dan yang paling gila adalah jalanan dari Bandung menuju Solo via jalur pantura. Berkat dirimu aku pertama kali mencium hitamnya aspal Cadas Pangeran dan tikungan Gembongan-Kartosuro. Ya, mencium hitamnya aspal dengan gaya rider MotoGP yang ‘ndelosor’ terpontang-panting.

Sekarang waktunya untuk berpisah. Kenangan 10 tahun itu tidak akan pernah pudar. Teriknya Solo dan banjirnya Bandung sudah pernah kita lalui. Semoga mendapatkan pemilik yang bisa merawat dirimu dengan jauh lebih baik.Jangan “nakal” dan “manja” ya, maklum kamu sudah cukup tua :P Adios :)

Author: auliaafifhuda

Muslim

4 thoughts on “Si Kuda Besi”

    1. Masih inget naik ni motor sama ente bay, membelah jalan sukarno hatta bandung, kondisi hujan deras plus banjir, motor tetep digeber sampe jatinangor demi mengambil form fsldk hahaha :D
      Si Kuda Besi ini dengan berat hati udah dijual bay :(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s