Jayakarta

Asap pekat, panas, macet, itulah kesan pertama yang sangat tidak menggodaku. Kehidupan disini seperti packet data yang diroutingkan dengan source dan node yang sudah pasti. Lihat saja begitu berjubelnya jalanan ketika pagi dan petang hari atau ramainya lorong-lorong halte busway. Tapi pasti ada alasan aku mau mengunjungi kota ini dan menjadikannya sebagai tempat perantauan yang baru. Setelah Bandung, kini Jakarta adalah kota selanjutnya. Suka tidak suka, kota ini akan aku tempati paling tidak setahun kedepan. Sunter, Tebet, Tegalparang, Mampang Prapatan, Semanggi, hanyalah secuil dari Jakarta yang baru aku kenal. Daerah-daerah yang pernah dan masih singgah diingatan kepala.

Author: auliaafifhuda

Muslim

10 thoughts on “Jayakarta”

  1. “Sapa suruh datang ke Jakarta” teringat lirik lagu tempo doeloe..
    Emang hard living tinggal diJakarta mah. Tapi lama2 insyaAllah akan betah. Ane mah msh blum mengambil kesempatan balik kerja diJKT lagi, diBdng heula ah..

    Wah mase blogger aktif pula ya, ane baru mau aktif nih, so, saling add blogroll ya ul, http://emiksan.wordpress.com. Udah ku add blog mu :)

  2. @kak iksan: wah ada kak iksan :D saya hanya blogger jarang apdet kak hehehe :D

    @MHC: oalah mas, mesake men. Sini ikut kopdar JakBand aja biar tahu monas hehe :P

    @nurind: macetnya rimba jakarta memang ruar biaza :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s