Jadi Koki

Assalamu’alaikum

on fire
on fire

Selasa 31 Maret 2009, merupakan hari pertama buat kami anak kost’an jadi koki. Ni ceritanya pengen masak sendiri di kost’an, walhasil kami pun beli kompor gas kecil. Lumayan murah bro, beli yang 78rebu’an. Nah yang mahal tuh malah tabung gasnya (yang kaya subsidi pemerintah noh), 165rebu coba, 2 kali lipat harga kompornya. Belum regulator tabung gas, bisa 80rebu. Untungnya, saya gak beli sendirian, tapi bareng ma anak-anak kosan, urunan (jawa-red) masing-masing 125rebu. Yah lumayan gedhe juga untuk ukuran anak kost di akhir bulan yang biasanya sedang dilanda paceklik.

Tadi tuh, beli kompornya pas hari senin. Nah selasanya anak-anak beneran mau jadi koki kost’an. Dasar sok teu semua, beli ini itu, cuma buat masak oseng-oseng tempe. Dasar kitanya yang cupu, mau beli cabe 1 kg. Diketawain ma penjualnya, “Beneran dek mau beli 1 kilo?”. Dengan pede, “Iya bu”. Langsung dah kita disodorin cabe 1 kilo, busyet banyak bener dah. Satu plastik gedhe gitu, ya udah akhirnya cuma beli 1 ons aja. Whahaha, dasar cupu. Trus beli tempe, kacang panjang, kecap, bawang merah-putih. Dengan resep dan ramuan yang ada (dari emaknya sohib satu kasur), kami pun nekat mencoba masak sendiri. Yoiii, cukup 30 menit memasak, makanan udah matang. Dengan rasa trauma (dulu udah pernah masak dan makanannya kepedesan, sampe’ perut mules seharian) saya pun mencoba. Beuhhh, mangtabz gan, pedes+asin+manis, jadi satu semua. Kagak nahan dah. Kacau balau bung, ternyata temen salah bumbu. Harusnya masukin ketumbar, malah merica yang dimasukin, yah karena mirip bentuknya. Walhasil sekali suap, sekali minum. Whahaha. Tapi sebenarnya keren bro makanannya, kalo kata Pak Bondan tuh Mak Nyus Tenan. Itulah sarapan pertama kali anak-anak masak sendiri.

Sorenya, kita bikin resep Nasi Goreng. Ini mah, makanan yang biasa dibuat sama anak kecil juga. Gampang, murah, enak. Yah, dasar anak-anak kost’an yang gokil-gokil, ide ginian pun bisa dilakukan, hehehe.

Advertisements

Mimpi yang Nyata

Assalamu’alaikum

Ada suatu kisah yang menarik pada pagi hari ini. Ya pada awalnya sih biasa aja pas mau bobok, tapi ternyata malam itu dingin sekali. Walhasil saya pun memilih memakai jaket pas tidur, padahal hal ni sangat jarang saya lakukan dihari-hari biasa. Udah deh bobok malam. Pas pagi-pagi, saya merasa sedang gosok gigi. Yang namanya gosok gigi kan ya pasti kumur donk kalo udah selesai. Cuiiih. Saya pun terbangun, dan merasa ada hal aneh di jaket yang saya pakai. Jaket saya terasa basah dan bau. Waduh, ternyata saya meludah ditempat yang salah. Waduh, gimana nih, heran sendiri saya. Mimpi gosok gigi, trus kumur, kok ternyata beneran saya malah membuangnya di jaket yang saya pakai. Wah sial bener dah. Jaket jadi bau, gak enak kalo dipakai. Ya otomatis harus dicuci ulang nih, padahal baru 2 hari yang lalu jaket saya ini saya cuci dan langsung disetrika, ternyata nasib sial melanda saya. Mau dicuci, eh ternyata sudah mendung. Semakin menguatkan tekad untuk mencucinya esok hari.

bobok

Pelajaran berharga dari sini, janganlah mimpi gosok gigi lagi, hehehe :D

Gak tahu???

Assalamu’alaikum

Lama banget udah nggak nulis lagi di blog saiya ini…

Tiba-tiba ingin nulis lagi di blog satu-satunya yang saiya punyai ini…

Kenapa aku nggak punya hak untuk memilih? Hal ini yang sekarang saiya rasakan. Ingin rasanya lepas dari aktivitas harian ini. Tapi kenapa saiya selalu tak mampu untuk melakukannya. Selalu diberi terus-menerus “tugas”. Dan itu bukan dibidang keahlianku. Ingin sekali membahagiakan orang tua yang dari saiya belum lahir ampe udah segedhe ini hanya bisa membuat repot saja. Ada yang bilang semua itu harus seimbang, memang benar. Tapi jujur saja, sangat sulit buatku. Bukan tipikalku untuk mengerjakan banyak tugas dalam satu waktu. Kenapa? Tapi harus yakin, inilah yang terbaik dari Alloh, Tidak mungkin Alloh dzalim terhadap makhluknya. Ini hanya secuil dari ujian keimanan seseorang.

Wallahu’alam…

Kisah Dukungan Kanoute untuk Palestina

kanoute

Sevilla

Mendapat kartu kuning hanyalah risiko yang amat kecil untuk sebuah dukungan moral. Seperti banyak kisah kecintaanya pada islam, Frederic Kanoute pun mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Dalam pertandingan Kamis (8/1/2009) dinihari WIB, Kanoute bermain cemerlang dengan mencetak gol kedua lima menit sebelum turun minum, saat timnya Sevilla mengalahkan Deportivo La Coruna di ajang Copa del Rey dengan skor 2-1.

Usai menjaringkan bola ke gawang lawan, striker asal Mali itu membuka bajunya untuk memperlihatkan kaos dalamnya yang bertuliskan “Palestine”. Ini tentu saja dimaksudkan sebagai dukungan pada Palestina yang tengah digempur oleh pasukan Israel di Gaza.

Walaupun tidak menjadikannya bertelanjang dada, aksi Kanoute tersebut tetap membuahkan ganjaran “kecil” berupa kartu kuning dari wasit.

Yang menarik, Kanoute sebenarnya bisa melakukan hal itu lebih awal. Saat Sevilla ditahan Osasuna 1-1 pada 4 Januari lalu, ia terlihat memakai baju dalam yang sama, yang tembus dari jersey-nya di tengah guyuran hujan. Sayangnya ia tidak berhasil mencetak gol.

Pria berusia 31 tahun ini memang dikenal sebagai muslim yang taat dan kerap bangga menunjukkan identitas keyakinannya itu. Pada tahun 2007 misalnya, pemain terbaik Afrika 2007 ini pernah memberikan gajinya selama setahun, sebesar 700.000 dolar AS atau sekitar Rp 7 miliar untuk menyelamatkan masjid terakhir yang ada di Sevilla. Masjid tersebut sedianya akan dijual karena populasi Muslim di kota tersebut mulai punah. Pemerintah setempat pun akhirnya memberi nama tempat ibadah tersebut sesuai dengan sang pembeli.

“Jika tidak ada Kanoute, kami tidak akan beribadah pada hari Jumat lagi, di mana itu adalah hari yang suci bagi umat muslim,” tukas wakil dari komunitas Islam Spanyol, sesaat setelah Kanoute membeli Masjid tersebut, seperti dilansir AFP.

Ketaatan Kanoute dalam mengamalkan ajaran Islam juga mendapat dukungan penuh dari Sevilla. Ia diberi jersey khusus tanpa sponsor. Hal itu karena sponsor utama Los Palanganas, 888.com, adalah situs judi yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ia juga menyumbangkan seluruh hasil penjualan kaosnya untuk beramal.

Dikutip dari: http://detiksport.com

Dari Jakarta Hingga Jalur Gaza

Assalamu’alaikum

Simposium Internasional 3: Dari Jakarta hingga Jalur Gaza adalah simposium yang diselenggarai oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Salam Universitas Indonesia. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 10- 11 Januari 2009 nanti ini bertemakan Pendidikan untuk Rakyat Palestina. Acara ini mengusung tujuan sebagai wadah untuk membuat kesepakatan (MoU) dengan Pemerintah Indonesia agar Pemerintah Indonesia mengingat kembali janjinya untuk memberikan beasiswa kepada anak-anak Palestina agar bisa menuntut ilmu di Indonesia. Selain itu, Forum Silaturahmi Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN) akan memberikan beasiswa 1 milyar bagi para pemuda Palestina untuk belajar di Indonesia.

Palestina bagi umat Islam merupakan masalah utama. Palestina adalah tanah waqaf umat Islam, tempat berdirinya Masjid al-Aqsha—kiblat pertama umat Islam, tempat dilahirkannya nabi-nabi pilihan, tempat Isra’ Rasulullah saw, serta tempat yang diberkahi. Tidak seperti masjid al-Haram yang Allah jamin penjagaan atasnya, penjagaan atas Masjid al-Aqsha adalah tanggung jawab umat Islam.

Bangsa Palestina sangat membutuhkan dukungan dari bangsa lain, termasuk Indonesia. Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai sumbangsih kita bagi Palestina, yaitu: memahami kondisi dan problematika Palestina kemudian mensosialisasikannya sehingga segala potensi dapat dikerahkan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina, menyelamatkan haknya, dan membebaskan Palestina dari penjajahan.

Mujahid
Mujahid

Moral Kampus

Assalamu’alaikum

Dunia kuliah memang berbeda dengan dunia yang lain,, disini mahasiswa bebas berkreasi.. Termasuk juga berkreasi tentang hal yang buruk.. Sudah jenuh lihat para mahasiswa yang katanya punya idealisme tinggi,, sekarang terbawa dengan dunia hedonisme yang makin sangar aja.. Mau dibawa kemana bangsa ini jika para mahasiswa yang katanya kaum intelek tapi kagak punya moral.. Macem-macem aja aktifitas yang menjijikkan dilakukan di kampus atau dikos (luar kampus).. Allah SWT Maha Mengetahui apa yang kita lakukan.. Sekarang pertanyaannya,, apa yang sudah kita lakukan sebagai mahasiswa yang punya idealisme melawan hedonisme dari bangsa barat ???

Hai orang-orang yang beriman. Barangsiapa menolong agama Allah, niscaya Kami akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu