What Makes a Champion

Saya suka dengan backsound dari iklan ini dan pesan yang disampaikan.
Passion. Skill. Strength. Determination. Hard work.
Semua itu perlu diusahakan, gak ada yang tiba-tiba jatuh dari langit. Lebah saja perlu berkeliling sana-sini untuk menemukan bunga.
*Saya bukan penggemar PacMan maupun YouC1000 kok*

Advertisements

Teh Cem-Ceman

Bagiku, minum teh itu ya minum teh. Gak ada istilah atau ritual afternoon tea kayak orang barat. Walaupun kenyataannya aku memang lebih suka mimum teh diwaktu sore hari. Kebisaan ini bermula sejak jaman aku SMP. Pada waktu itu aku pindah ke rumah asliku karena sebelumnya numpang tinggal di asrama milik kantor bapakku. Tiap sore, ibuku sering membuatkan teh beberapa gelas yang sudah disiapkan untuk semua anggota keluarga. Sampai sekarang, kebisaan itu masih terus dilakukan.

Teh cem-ceman merupakan teh yang paling aku gemari. Aku sendiri gak tahu kata cem-cemam itu berasal dari mana dan memiliki arti apa. Yang aku tahu, cem-ceman itu ya cara menyeduh teh dengan air panas biasa. Hanya saja teh yang diseduh adalah bukanlah teh celup, melainkan teh  yang masih asli dengan komposisi daun dan batang daun yang kering. Kalo di daerah Jawa khususnya Solo dan Jogja, teh cem-ceman sering dijumpai di angkringan. Dari dalam “ceret” alias teko, teh cem-ceman siap dituangkan dan diberi gula secukupnya. Begitulah cara angkringan menyajikannya.

Dari sekian merk teh yang ada, teh yang menjadi favoritku adalah teh 999 dan teh Nyapu. Dua teh ini aku kenal dari ibuku. Ibuku sering “mengoplos” kedua teh ini untuk dibuat teh cem-ceman. Kalau menurutku, kedua teh ini memiliki aroma dan rasa yang berbeda. Teh 999 memiliki aroma wangi yang khas dan ada campuran bunga melati, sehingga terasa lebih manis. Sedangkan teh nyapu memiliki rasa yang agak “sepet”. Dalam mengoplos teh cem-cemaan tidak ada takaran pasti. Semuanya terserah pada selera masing-masing pengoplos. Sebenarnya masih ada merk teh yang lain yang terkenal, seperti teh Gardoe, teh Gopek, atau teh Sintren. Tapi setelah dicoba-coba, teh yang paling aku sukai ya teh 999 dan teh Nyapu. Khusus untuk teh 999, teh ini hanya bisa dijumpai di daerah sekitar Solo. Itupun tidak semua pasar menjual teh ini. Pernah suatu ketika aku kehabisan stok teh dan frustasi mencari teh 999 di Bandung, akhirnya aku harus mengimpor langsung dari Solo melalui temanku yang sedang ada di Solo. Sehingga rasa kangenku dengan suasana teh cem-ceman bikinan ibuku bisa terobati. Cara menyajikan teh cem-ceman jika sesuai dengan “aliran” milikku adalah dengan menyeduh kental teh di poci kecil. Berhubung saya dikasih oleh-oleh temanku dari Tegal berupa seperangkat poci dan gelas, maka aku manfaatkan saja poci itu. Baru setelah teh diseduh, teh bisa dicampur dengan air panas dan ditambah gula. Yaps, aku menyukai teh dengan rasa yang benar-benar manis.

Sekarang ada teh yang pengen aku rasakan sensasinya, yaitu teh Pokil. Dari namanya saja sudah membuatku penasaran. Teh Pokil jika diartika dalam bahasa Indonesia adalah “Teh Curang”. Entah mengapa namanya bisa seperti itu. Tapi biarkanlah apapun namanya, teh ini khas racikan dari salah satu penggemar teh yaitu Pakde Blontank Poer. Kenal teh Pokil setelah aku gabung dengan salah satu forum blogger yaitu Bengawan. Bermula dari situlah aku sedikit tahu tentang teh Pokil. Pengen secepatnya pulang ke Solo dan menikmati teh ini di #RBI (Rumah Blogger Indoneisa). :D

sumber gambar teh blontea: http://paper.li/kristupa/2011/03/01

Jumat SKJ

Pagi-pagi jam 06.00 WIK (Waktu Indonesia Kartasura) khusus hari Jumat, dulu sih ada kegiatan rutinitas buat seorang siswa  sekarang udah mahasiswa. Mulai dari SD sampai SMP pasti ada senam kesegaran jasmani alias SKJ, kalo pas jaman SMA gak tahu napa udah gak ada lagi senam SKJ. Kok ya pas juga hari ini tu hari Jumat, di lab ada mas Bayu yang muter videonya Om Toni Blank yang versi senam SKJ :D asli dah tu video bikin kram perut ketawanya. Suuung aja dah cari-cari di mbah google buat file mp3 Senam Kesegaran Jasmani, akhirnya dapet juga di sini.

Sebenernya apa sih SKJ tu? SKJ tu katanya sih senam masal yang pas jaman orde baru dulu diwajibkan oleh pemerintah Alm. Pak Harto dan biasanya diiringi lagu dan dilakukan dengan jumlah orang yang banyak, murid dan guru satu sekolah ya cukuplah. Dulu tuh seminggu sekali pasti diwajibkan buat diikuti, biasanya Jumat pagi sih. Wah ternyata SKJ bukan buat main-mainan, ada Surat Perintah Menpora tahun 1984  lho buat ngesahin perintah itu. SKJ ada macem-macem versinya mulai dari SKJ ’84, SKJ ’88, SKJ ’93, SKJ ’94, SKJ Usia SD ’96, Senam Sajojo, Senam Poco-Poco, Senam Kubro Siswo, Senam Ayo Bersatu, dan Senam Lansia. Banyak kan ya :D

Setelah dinget-inget, terakhir kali ikut senam kapan yak? Wah udah lupa kapan ya, hehe. Padahal senam banyak banget manfaatnya buat kesehatan tubuh. Senam bisa bikin pernapasan kita lebih teratur, menjadikan tubuh lentur, melancarkan peredaran darah ditubuh, dan bisa juga mengurangi stress. Karena dengan senam maka kondisi jiwa kita akan riang, sehingga stress bisa terobati. Untuk model seorang mahasiswa ya kayak aku ini biasanya paling males kalo disuruh senam. Jangankan senam, jogging aja kadang-kadang dan gak teratur. Alesannya sih bisa macem-macem mulai dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau gak cukup juga kayaknya. Apa perlu ya, kampus dirutinkan senam pagi tiap Jumat kayak pas jaman SD dulu. Lha wong diperusahaan Telkom aja tiap hari Jumat ada senam pagi kok buat pegawainya, sekalian latihan siapa tahu jadi pegawai Telkom :P

Ya pesen buat pembaca dan penulis sih, mari kita mulai untuk senam SKJ, haha :D Enggak kok, ya intinya rutinkan untuk merawat kesehatan tubuh, bisa dengan senam maupun olah raga yang lain.