Berakhir di 11 Juli

11 Juli 2010. Semuanya berakhir di tanggal itu. Ya tentu saja Piala Dunia Afrika Selatan yang aku maksud. Hingar bingar Piala Dunia yang terjadi diseluruh dunia Indonesia apalagi selama sebulan ini telah berakhir. Laga final yang mempertemukan Belanda vs Spanyol akhirnya dimenangi oleh Spanyol. Masuk final untuk pertama kalinya dan langsung juara. Sedangkan Belanda harus menerima pahit yakni 3 kali masuk final dan semuanya hanya berakhir dengan runner-up. Dari awal Piala Dunia aku sih udah dukung Belanda dan sedikit kecewa karena Belanda gagal jadi juara. Final idamanku sirna setelah Jerman kandas oleh Spanyol yang justru jadi juara. Ya sudahlah, namanya sepak bola ada yang menang dan kalah.

Yang ingin aku soroti adalah ada 2 orang yang bersinar di Piala Dunia 2010 kali ini. Mereka adalah Thomas Muller dan Diego Forlan. Mereka membuatku berniat kembali melihat Piala Dunia ini padahal udah gak niat nonton karena aku anggep piala dunia kali ini membosankan. Kedua pemain ini menampilkan permainan yang fantastis untuk negaranya masing-masing. Mereka berdua juga berhasil mengantarkan negaranya melaju hingga semifinal walaupun akhirnya Jerman dengan Thomas Mullernya sukses mengalahkan Uruguay. Aksi Diego Forlan dilaga perebutan tempat ketiga sudah sangat bagus, dia hanya kurang beruntung dimenit-menit akhir pertandingan karena tendangan bebasnya di menit 92 menerpa mistar gawang Jerman. Thomas Muller sukses meraih Golden Boot atau pencetak gol terbanyak dan Best Young Player Award sedangkan Diego Forlan diluar dugaan sukses meraih Golden Ball alias pemain terbaik.

Udah gak sabar menunggu kompetisi liga Eropa nih, terutama English Premier League

Tangisan Para Pejuang

Diseluruh belahan dunia pada bulan ini sedang ramai memperbincangkan World Cup 2010 yang digelar di Afrika Selatan. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa sepak bola menjadi olah raga yang terkenal di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bulan Juli ini sudah mendekati akhir pergelaran Piala Dunia 2010. Karena pada bulan ini sudah memasuki sistem gugur atau knock out. Begitu tim tersebut kalah, ya sudah angkat koper menuju bandara adalah tujuan mereka selanjutnya. Dan bagi yang menang, pertandingan melawan tim lain sudah menunggu mereka dibabak selanjutnya.

Menang dan kalah merupakan hal yang biasa dalam suatu pertandingan sepak bola. Selama 90 menit kedua tim saling menyerang dan bertahan demi mengejar sebuah kemenangan dalam bertanding. Tak pelak terkadang ada pemain yang mesti mendapatkan cidera pada saat pertandingan. Tidak ada yang pasti dalam sepak bola, walaupun ada data statistik yang dimiliki tim bahkan sampai ramalan hewan Gurita Paul Songong sekalipun tidak bisa menentukan hasil pertandingan karena semua itu akan dimentahkan oleh permainan diatas lapangan. Bagaimanapun juga, pemain dari seluruh tim negara sudah berusaha semaksimal mereka. Mereka telah mati-matian berlatih dan bertanding walaupun hasil yang didapat tidak sesuai dengan keinginan dan pendukung mereka. Ada sebagian tim yang kalah pada Piala Dunia kali ini yang justru menjadi pahlawan bagi negara mereka, diantarnya adalah Ghana, Paraguay, dan Uruguay. Menurutku sih 3 negara ini memang menjadi kejutan di Piala Dunia 2010 kali ini. Bagaimana tidak, 3 negar ini sukses melaju hingga perempat final bahkan Uruguay mampu lanjut hingga semifinal akhirnya kalah sama Belanda. Ghana menjadi satu-satunya tim Afrika yang lolos ke babak knock out dan menjadi sejarah pertama bagi negara ini melaju hingga perempat final.  Ghana menyamai Kamerun dan Senegal yang menjadi negara Afrika yang melaju hingga babak tersebut. Paraguay juga mencatatkan sejarah pertama mereka dikancah Piala Dunia ini untuk melaju hingga babak perempat final. Padahal sebelum Piala Dunia digelar, tidak ada yang memprediksi 3 negara ini mampu melaju hingga babak sejauh itu.

Yang jelas sih, aku memberi standing applause buat ketiga negara ini. Mereka semua memainkan permainan yang tidak membosankan pada saat bertanding. Ghana sangat kuat dalam bertahan dan menjadi negara yang paling banyak melakukan shooting. Paraguay menampilkan permainan yang ciamik, mereka mampu menyingkirkan tim sekelas Italia dan Jepang. Hanya saja mereka kurang beruntung melawan Spanyol, padahal sepanjang pertandingan tak henti-hentinya menyerang pertahanan Spanyol. Uruguay menjadi sensasi di Piala Dunia 2010 ini dengan ketajaman Diego Forlan yang mampu menghasilkan 5 gol. Uruguay duduk diperingkat 4 setelah kalah dari Jerman.

Bagaimanapun juga, para pejuang telah mati-matian membela negara mereka di Piala Dunia 2010. Walaupun perjuangan mereka harus berakhir dengan tangisan.

#Seluruh gambar berasal daridetiksport#

Cardozo menangis setelah timnya kalah yang gagal mengeksekusi hadiah penalti dari wasit.
Tangisan Valdez ketika Paraguay kalah dari Spanyol.
Gyan Asamoah menangis setelah timnya kalah adu penalti dari Uruguay. Dia juga gagal mengeksekusi penalti diakhir waktu perpanjangan.
Pendukung Jerman menangis setelah negaranya kalah dari Spanyol di semi final.

Kisah Dukungan Kanoute untuk Palestina

kanoute

Sevilla

Mendapat kartu kuning hanyalah risiko yang amat kecil untuk sebuah dukungan moral. Seperti banyak kisah kecintaanya pada islam, Frederic Kanoute pun mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Dalam pertandingan Kamis (8/1/2009) dinihari WIB, Kanoute bermain cemerlang dengan mencetak gol kedua lima menit sebelum turun minum, saat timnya Sevilla mengalahkan Deportivo La Coruna di ajang Copa del Rey dengan skor 2-1.

Usai menjaringkan bola ke gawang lawan, striker asal Mali itu membuka bajunya untuk memperlihatkan kaos dalamnya yang bertuliskan “Palestine”. Ini tentu saja dimaksudkan sebagai dukungan pada Palestina yang tengah digempur oleh pasukan Israel di Gaza.

Walaupun tidak menjadikannya bertelanjang dada, aksi Kanoute tersebut tetap membuahkan ganjaran “kecil” berupa kartu kuning dari wasit.

Yang menarik, Kanoute sebenarnya bisa melakukan hal itu lebih awal. Saat Sevilla ditahan Osasuna 1-1 pada 4 Januari lalu, ia terlihat memakai baju dalam yang sama, yang tembus dari jersey-nya di tengah guyuran hujan. Sayangnya ia tidak berhasil mencetak gol.

Pria berusia 31 tahun ini memang dikenal sebagai muslim yang taat dan kerap bangga menunjukkan identitas keyakinannya itu. Pada tahun 2007 misalnya, pemain terbaik Afrika 2007 ini pernah memberikan gajinya selama setahun, sebesar 700.000 dolar AS atau sekitar Rp 7 miliar untuk menyelamatkan masjid terakhir yang ada di Sevilla. Masjid tersebut sedianya akan dijual karena populasi Muslim di kota tersebut mulai punah. Pemerintah setempat pun akhirnya memberi nama tempat ibadah tersebut sesuai dengan sang pembeli.

“Jika tidak ada Kanoute, kami tidak akan beribadah pada hari Jumat lagi, di mana itu adalah hari yang suci bagi umat muslim,” tukas wakil dari komunitas Islam Spanyol, sesaat setelah Kanoute membeli Masjid tersebut, seperti dilansir AFP.

Ketaatan Kanoute dalam mengamalkan ajaran Islam juga mendapat dukungan penuh dari Sevilla. Ia diberi jersey khusus tanpa sponsor. Hal itu karena sponsor utama Los Palanganas, 888.com, adalah situs judi yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ia juga menyumbangkan seluruh hasil penjualan kaosnya untuk beramal.

Dikutip dari: http://detiksport.com